Buat yang Banyak Dosa

Meski semua dosa yang dikerjakan bisa diampuni. Meski semua kesalahan yang dilakukan bisa dimaafkan, tetapi dosa dan kesalahan itu akan membekas. Selain membekas, bisa jadi dosa dan kesalahan itu akan dicatat dalam sejarah.

Kisah Hindun yang membunuh Hamzah pamannya nabi, masih terus diceritakan hingga kini. Meski pada akhirnya Hindun bertobat, dan jadi seorang ahli ibadah. Duka Rosulullah atas syahidnya sang paman, membuat kita ummatnya turut bersedih, dan ikut membenci sosok Hindun. Kejadian yang sudah ribuan tahun itu menyisakan cerita duka, yang mungkin duka itu ada pada kita pecinta Rosulullah.

Dosa dan kesalahan bisa jadi masih terus kita lakukan. Meski demikian, harus ada upaya menjauhinya. Meski dosa kecil, tetap harus dihindari. Tak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus. Terlebih dosa besar, dosa yang bisa jadi dicatat dalam memori banyak orang. Dosa besar bisa memghalangi seseorang mendapat keberkahan hidup.

Manusia makhluk yang lemah, menyadari lemah itu penting, agar selalu bersandar pada zat yang maha kuat. Dalam hidup, sering dihadapkan pada masalah. Sejak terjaga dari tidur, hingga mata kembali terpejam di malam hari, masalah akan datang silih berganti. Jika tak bersandar dan meyakini ada zat yang maha kuat, bisa jadi salah mengambil solusi. Jalan dosa bisa jadi yang dipilih untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Dipengujung Ramadhan ini, saatnya kita berusaha untuk menjauhi dosa dan kesalahan. Saatnya kita lebih berserah diri kepada Allah atas segala masalah yang terus datang silih berganti. Semoga ibadah puasa yang dilakukan, dapat menjadikan kita orang yang semakin sabar, hingga dapat meningkatkan ketakwaan kita. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita