Kompetensi Spiritual
Baru saja usai menulis artikel dengan tema kompetensi spiritual, di salah satu majalah kabupaten. Kompetensi spiritual wajib diajarkan oleh guru kepada peserta didik. Tujuannya untuk membekali mereka agar kuat dalam menjalani kehidupan yang penuh godaan ini. Selain itu yang terpenting adalah, peserta didik harus jadi manusia yang bertakwa.
Fitrah manusia adalah meyakini adanya tuhan. Jika ada manusia yang tak yakin atas keberadaan tuhan, berarti ada yang tak beres dengan kejiwaannya. Selain itu jika ada orang yang dengan lantang mengatakan bahwa dirinya tak percaya dengan adanya tuhan, berarti ia sedang berbohong.
Berbahgialah bagi yang mengimani adanya tuhan. Karena dengan iman itu hidupnya menjadi lebih tentram, damai, dan bahagia. Dengan demikian iman terhadap adanya tuhan sangat penting bagi kehidupan seseorang.
Percaya adanya tuhan berarti yakin bahwa hidup ada yang mengatur. Semua yang didapat dalam hidup ini atas kehendak tuhan. Begitupuan dengan apa yang luput, semuanya kehendak tuhan. Meyakini segala sesuatu sebagai kehendak tuhan akan membuat hidup jadi lebih tentram.
Kompetensi spiritual berada di atas kompetensi keterampiln, pengetahuan, dan sosial. Berada diposisi paling atas, sebagai pertanda bahwa kompetensi ini lebih utama dari tiga lainnya.
Hidup di dunia banyak sekali godaannya. Jika tidak memiliki keyakinan spiritual yang tinggi, bisa salah mengambil jalan. Mengatasi agar tak salah mengambil jalan adalah dengan sering mengingat akan keberadaan, dan kekuasaan tuhan.
Tuhan maha berkehendak, Dia pula maha pengasih. Hingga tak ada alasan untuk bersedih atas segala ketetapan-Nya. Meski terkadang seseorang sudah merasa tak kuat lagi atas ketetapan yang menjadi takdir baginya, sabar saja. Karena masalah dan solusi ada di dalam satu paket. Tak ada masalah yang datang, tanpa diikuti solusi di belakngnya.
Kompetensi spiritual bermuara pada keyakinan seseorang atas kekuasaan tuhan. Bekal keyakinan itu yang membuat seseorang menyandarkan segala sesuatu pada kekusaaan tuhan. Semakin tebal kadar iman, maka akan sabar menghadapi permasalahan hidup.
Fitrah manusia adalah meyakini adanya tuhan. Jika ada manusia yang tak yakin atas keberadaan tuhan, berarti ada yang tak beres dengan kejiwaannya. Selain itu jika ada orang yang dengan lantang mengatakan bahwa dirinya tak percaya dengan adanya tuhan, berarti ia sedang berbohong.
Berbahgialah bagi yang mengimani adanya tuhan. Karena dengan iman itu hidupnya menjadi lebih tentram, damai, dan bahagia. Dengan demikian iman terhadap adanya tuhan sangat penting bagi kehidupan seseorang.
Percaya adanya tuhan berarti yakin bahwa hidup ada yang mengatur. Semua yang didapat dalam hidup ini atas kehendak tuhan. Begitupuan dengan apa yang luput, semuanya kehendak tuhan. Meyakini segala sesuatu sebagai kehendak tuhan akan membuat hidup jadi lebih tentram.
Kompetensi spiritual berada di atas kompetensi keterampiln, pengetahuan, dan sosial. Berada diposisi paling atas, sebagai pertanda bahwa kompetensi ini lebih utama dari tiga lainnya.
Hidup di dunia banyak sekali godaannya. Jika tidak memiliki keyakinan spiritual yang tinggi, bisa salah mengambil jalan. Mengatasi agar tak salah mengambil jalan adalah dengan sering mengingat akan keberadaan, dan kekuasaan tuhan.
Tuhan maha berkehendak, Dia pula maha pengasih. Hingga tak ada alasan untuk bersedih atas segala ketetapan-Nya. Meski terkadang seseorang sudah merasa tak kuat lagi atas ketetapan yang menjadi takdir baginya, sabar saja. Karena masalah dan solusi ada di dalam satu paket. Tak ada masalah yang datang, tanpa diikuti solusi di belakngnya.
Kompetensi spiritual bermuara pada keyakinan seseorang atas kekuasaan tuhan. Bekal keyakinan itu yang membuat seseorang menyandarkan segala sesuatu pada kekusaaan tuhan. Semakin tebal kadar iman, maka akan sabar menghadapi permasalahan hidup.
Komentar
Posting Komentar