Sudah Besar


Sore ini saya kedatangan banyak tamu. Usia tamu yang datang relatif sama, antara 18 - 19 tahun. Mereka semua sudah menyelesaikan ujian akhir di SMA masing-masing, tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Mereka semua adalah teman MI anak pertama saya.

Kumpulnya mereka dalam rangka buka puasa bersama. Selain itu, mereka juga saling lepas kangen setelah beberapa tahun tak jumpa. Sebenarnya acara buka puasa mereka di sebuah cafe yang tak jauh dari rumah. Banyak obrolan di kafe yang tidak tuntas, sehingga harus dilanjutkan. Kediaman keluarga kami dipilih karena jarak yang tak jauh dari cafe.

Obrolan mereka nampak seru sekali. Topik yang dibincangkan adalah masa lalu ketika masih belajar di sekolah yang sama. Selain itu mereka saling menceritakan perjalanan belajar disekolah yang akan segera ditinggalkan.

Kumpulnya mereka mengingatkan saya ketika masa muda dulu. Mungkin dulu saya segagah mereka. Mengenakan stelan levis dan kaos t-shirt dengan perut yang tak buncit seperti sekarang. Tak ada sehelai rambutpun yang beda warna, semua kompak hitam legam.

Dari tema obrolan mereka, semua nampak optimis dengan masa depannya. Mereka yang akan segera lulus, dengan lantang menyebutkan jurusan yang diminati di perguruan tinggi yang akan dimasuki. Yah, optimis adalah salah satu syarat meraih keberhasilan.

Setelah dirasa puas bercengkrama, mereka pamit undur diri. Satu persatu menyalami saya, mohon izin, lalu pulang dengan kendaraan masing-masing. Rasanya baru kemarin mereka berseragam merah putih. Sering melihatnya menangis meminta mainan, ketika pulang dari bersekolah bersama ibu tercinta.

Mereka sudah besar, dan akan menuju dewasa. Dewasanya mereka, berdampak pada kami para orang tua yang tidak muda lagi. Sebentar lagi, mereka akan punya kesibukan sendiri. Orang tua mereka akan ditinggalkan karena kesibukan itu.

Waktu begitu singkat, 18 tahun terasa sebentar. Hidup terasa sebentar, meski bilangan tahun begitu banyak.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H.
Taqoballahu minna waminkum.
Mohon maaf lahir dan bathin. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita