Posting yang Menarik.
Tiap ada moment menarik selalu diabadikan. Gambar atau video yang diabadikan itu langsung di post pada akun medsos pribadi saya. Tak bermaksud untuk pamer, sekedar iseng, dan lucu-lucuan saja.
Sebenarnya tiap gambar atau video yang saya publis, sedikit sekali yang menanggapi dengan komentar. Dari ribuan orang yang berteman dengan saya di facebook, hanya puluhan saja yang like. Begitu pula yang memberi komentar, paling banyak hanya belasan orang saja. Kadang merasa sepi peminat, karena apa yang saya upload di media sosial, tak banyak yang menanggapinya.
Meski demikian tak perlu kecewa, karena beberapa teman medsos yang ketika berjumpa, ia langsung tersenyum. Setelah melempar senyum, iapun membahas postingan yang pernah saya upload. Alhamdulillah, komentar mereka baik. Beberapa yang saya share di medsos menurutnya lucu, inspiratif, dan menyemangati.
Wah, ternyata apa yang kita post di medsos ada saja yang suka. Meski mereka tak langsung menanggapi lewat kolom komentar, atau mengklik jempol likenya. Suka atau tidak orang lain terhadap kita, itu hal yang biasa. Tetapi kita harus berupaya agar bisa disukai oleh banyak orang.
Semakin banyak orang yang suka kepada diri kita, maka akan semakin besar peluang sukses yang akan didapatkan. Lihatlah Ria Ricis, Atta, Baim Wong, Rafi Ahmad, Gondrong Labana, Tanboy Kun, dan banyak lainnya. Mereka sukses dan bergelimang harta karena ada jutaan orang yang suka padanya.
Akibat lain dari share poto, video, plus caption, adalah orang akan langsung menghubungi. Biasanya untuk menanyai tentang apa yang dishare di medsos.
Sejak beberapa hari lalu, saya dihubungi agar bisa mengantar kaka perempuan saya mengunjungi kampung masyatakat Baduy. Ini dikarena dua pekan lalu saya share poto perjalanan ke kampung tersebut.
Dalam poto yang diupload, saya terlihat sangat menikmati perjalanan itu. Menurutnya, saya nampak bahagia sekali, saya terlihat sangat menikmati piknik itu. Dari postingan itu kaka sayapun ingin mengalami suasana yang sama dengan yang saya rasakan. Tak kuasa menolak keinginannya, sayapun pergi menemaninya melakukan perjalanan ke tanah Baduy.
Saya telah menginspirasi, meski dari sana ada konsekwensinya. Saya harus menemaninya melakukan perjalanan yang melelahkan.
Oh ya, saya pernah membaca sebuah artikel. Dalam artikel itu dijelaskan bahwa mampu menginspirasi adalah pencapaian tertinggi dari seorang guru. Memberi tahu, dan mengajari materi pelajaran hingga faham, tidak lebih tinggi dari menginspirasi para peserta didik.
Kameranya keren Pak. Emang sih kalau ada kegiatan kudu dokumentasi. hehe
BalasHapusDokumentasi bisa jadi kenangan
HapusMantap...
BalasHapusInspirator sejati.. lewat jalur literasi..
Terimakasih bapak.
HapusNah... nilai sebuah tulisan adalah mampu menginspirasi orang untuk melakukan atau memikirkan... makasih ya sudah mengingatkan...
BalasHapus