Jabatan Baru
Pekan ini banyak sekali teman yang upload foto di medsos. Foto perjalanan menuju tempat tugas barunya. Tak hanya foto, beberapa video juga diunggah. Dari foto dan video yang saya saksikan sangat menggambarkan sulitnya medan yang dilewati. Akses jalan yang rusak berat nampak jelas dalam gambar dan tayangan itu. Bertemu jalan berbatu sudah harus bersyukur. Karena banyak akses jalan yang masih berupa tanah merah.
Meski jalan belum beraspal, jika tak menanjak tentu masih mudah dilewati. Beberapa sekolah berada di atas ketinggian dengan jalan menajak. Jika hujan turun akan sulit sekali dilewati. Kondisi yang membutuhkan kesabaran. Jika ada dalam kondisi ini mohon untuk Jangan menyerah. Terus saja, ada harapan di depan sana.
Tempat tugas baru itu berada jauh dari keramaian. Tak ada pasar, apalagi mini market yang menawarkan kesejukan di dalamnya. Tak hanya itu, tempat tugas yang baru ini jauh pula dari tempat tinggal. Karena jauhnya, sehingga tak mungkin setiap hari bisa jumpa dengan keluarga. Bagi yang tak berjiwa petualang tentu berat menghadapi kondisi ini. Sedangkan yang terbiasa dengan petualangan, hal ini sedikit dapat teratasi.
Tugas baru, dengan jabatan baru. Dulu sebagai guru sekarang sebagai kepala sekolah. Jabatan baru beriringan dengan masalah baru. Kondisi yang dulu nyaman berubah, harus kembali beradaptasi. Dulu hanya beberapa menit menuju sekolah tempat mengajar, kini bisa berjam-jam diatas kendaraan.
Masih dari gambar dan tayangan yang saya saksikan, terlihat wajah optimis mereka. Dari gestur dan air muka yang terpancar, para kepala sekolah baru ini seolah mengatakan "siap membangun pendidikan di manapun kami ditugaskan".
Meski demikian beberpa dari mereka terlihat lesu, seperti ingin menjerit, lalu menangis sejadi-jadinya. Harapan bisa berada ditempat yang nyaman, tak terwujud. Perjuangan hidup kembali dimulai dari titik nol. Titik dimana kembali merintis, sementara kondisi fisik sudah tak muda lagi.
Itulah hidup, kadang kenyataan tak sesuai dengan harapan.
"Ingin memeluk gunung apa daya tangan tak sampai".
Jangan pernah kecil hati, masih ada pepatah lain yang dapat menguatkan. "Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian."
Jabatan adalah amanah yang harus dengan iklas diemban. Selain itu jabatan adalah anugerah untuk banyak memberi maslahat. Dengan jabatan kita punya kesempatan memberi maslahat kepada banyak orang. Dari kebaikan itu bisa jadi sebagai sumber pahala kelak di yaumil akhir.
Jabatan juga bisa jadi musibah. Amanah yang tak dijaga dengan baik, akan membawa bencana. Tak hanya di dunia, bisa jadi di akhirt.
Meski jalan belum beraspal, jika tak menanjak tentu masih mudah dilewati. Beberapa sekolah berada di atas ketinggian dengan jalan menajak. Jika hujan turun akan sulit sekali dilewati. Kondisi yang membutuhkan kesabaran. Jika ada dalam kondisi ini mohon untuk Jangan menyerah. Terus saja, ada harapan di depan sana.
Tempat tugas baru itu berada jauh dari keramaian. Tak ada pasar, apalagi mini market yang menawarkan kesejukan di dalamnya. Tak hanya itu, tempat tugas yang baru ini jauh pula dari tempat tinggal. Karena jauhnya, sehingga tak mungkin setiap hari bisa jumpa dengan keluarga. Bagi yang tak berjiwa petualang tentu berat menghadapi kondisi ini. Sedangkan yang terbiasa dengan petualangan, hal ini sedikit dapat teratasi.
Tugas baru, dengan jabatan baru. Dulu sebagai guru sekarang sebagai kepala sekolah. Jabatan baru beriringan dengan masalah baru. Kondisi yang dulu nyaman berubah, harus kembali beradaptasi. Dulu hanya beberapa menit menuju sekolah tempat mengajar, kini bisa berjam-jam diatas kendaraan.
Masih dari gambar dan tayangan yang saya saksikan, terlihat wajah optimis mereka. Dari gestur dan air muka yang terpancar, para kepala sekolah baru ini seolah mengatakan "siap membangun pendidikan di manapun kami ditugaskan".
Meski demikian beberpa dari mereka terlihat lesu, seperti ingin menjerit, lalu menangis sejadi-jadinya. Harapan bisa berada ditempat yang nyaman, tak terwujud. Perjuangan hidup kembali dimulai dari titik nol. Titik dimana kembali merintis, sementara kondisi fisik sudah tak muda lagi.
Itulah hidup, kadang kenyataan tak sesuai dengan harapan.
"Ingin memeluk gunung apa daya tangan tak sampai".
Jangan pernah kecil hati, masih ada pepatah lain yang dapat menguatkan. "Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian."
Jabatan adalah amanah yang harus dengan iklas diemban. Selain itu jabatan adalah anugerah untuk banyak memberi maslahat. Dengan jabatan kita punya kesempatan memberi maslahat kepada banyak orang. Dari kebaikan itu bisa jadi sebagai sumber pahala kelak di yaumil akhir.
Jabatan juga bisa jadi musibah. Amanah yang tak dijaga dengan baik, akan membawa bencana. Tak hanya di dunia, bisa jadi di akhirt.

Sebelum jd kasek harus paham tantangan dan hambatan begitu pula peluang.. jd jngn manisnya saja yg dibayangkan.. gaji hanya beda seratusan ribu dg guru hehe..
BalasHapus